Dampak Buruk Sinetron

Pada dasarnya, istilah sinetron merupakan singkatan dari kata sinema dan elektronik. Maksudnya, jenis acara ini merupakan acara sinema yang disiarkan secara elektronik, yaitu melalui televisi.

Menurut Endah, dalam sebuah tulisan di blognya, “Sinetron merupakan kepanjangan dari sinema elektronik yang berarti sebuah karya cipta seni budaya, dan media komunikasi pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan direkam pada pita vidio melalui proses elektronik lalu ditayangkan melalui stasiun televisi.”

Sedangkan dalam sebuah penelitiannya, Yasmin Zahira mengutarakan pengertian sinetron sebagai berikut:

“Sinetron merupakan suatu jenis tayangan sinema elektronik yang berisi cerita drama fiktif, yang dewasa ini sebagian besar mengangkat tema percintaan, seks, horor, kekerasan dan konflik. Sinema-sinema semacam ini sering menawarkan gaya hidup yang cenderung glamour dan penuh gengsi serta bentuk kehidupan yang jauh dari realita. Selain itu sinema semacam ini juga sering sekali mengandung alur cerita yang kerap dengan penindasan, pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran nilai-nilai susila masyarakat. Hal ini tentunya membawa dampak buruk bagi perkembangan bangsa, terutama bagi anak-anak dan remaja, baik secara psikologi, sosial, budaya, ekonomi, bahkan kehidupan beragama. “

Dan menurut sebuah artikel di sebuah blog bebas, ”Memang sinetron tak selamanya jelek, ada juga yang membawa nilai moral dan agama yang baik, dan sungguh memiliki implikasi yang positif, tapi yang seperti ini sangat jarang jumlahnya.”

Sinetron merupakan suatu jenis acara yang banyak ditonton oleh masyarakat kita. Jam tayang yang terlalu padat dan isi cerita dari sinetron-sinetron itu rasanya sudah mengakibatkan dampak yang buruk bagi masyarakat.

Berkaitan dengan pendidikan, yang paling dirugikan dari tayangan sinetron ini adalah remaja. Sebab, sebagian besar penonton sinetron adalah remaja. Dan pada usia remaja, mereka seharusnya lebih fokus pada pendidikan. Tetapi, dengan adanya sinetron yang tidak mengajarkan hal baik pada para remaja, maka hal tersebut menjadi sangat merugikan.

Selain bagi pendidikan, dampak buruk sinetron juga berkaitan dengan moral dan watak remaja. Sebab dalam cerita-cerita sinetron itu, sering kita lihat berbagai hal yang kurang baik seperti kata-kata kasar, hidup bermewah-mewahan, mode pakaian yang tidak sopan serta kisah percintaan.

Tetapi sayangnya, sinetron yang sudah cukup kita ketahui dampaknya ini tetap saja tayang dengan bebasnya merusak budaya, nilai pendidikan dan moral bangsa. Hal itu sebenarnya membawa keuntungan bagi para pembuat sinetron. Padahal, banyak orang yang justru malah dirugikan. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa masyarakat kita telah mengalami pembodohan yang besar melalui sinetron. Dimana hal ini sangat menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu tetapi mengorbankan perkembangan anak remaja saat ini.

Sinetron adalah sinema elektronik yang seharusnya berisi pendidikan dan juga hiburan. Tetapi kenapa pada kenyataannya itu tidak terkandung dalam sinetron yang ditayangkan saat ini. Memang sinetron juga berisikan hiburan dan pendidikan, tetapi pendidikan tersebut bukan pendidikan yang seharusnya, maksudnya dalam sinetron mengajarkan hal-hal yang tidak baik.

Kini sinetron adalah tontonan yang paling banyak ditonton untuk sebagian besar masyarakat. Tetapi kenapa tidak ada nilai moralnya, dan malah merusak nilai-nilai moral bangsa?

Banyak yang berkata “Kan tidak apa-apa menonton sinetron, yang penting, tidak menirunya..” Meskipun tidak menirunya, tetapi perlahan-lahan, sinetron akan merusak moral kita walaupun kita tidak menyadarinya.

Memang tidak ada salahnya menayangkan sinetron, tetapi isi dan kandungannya tidak boleh seperti itu. Sinetron yang tayang kini kebanyakan hampir tidak mengandung nilai pendidikan, bahkan menimbulkan pengaruh yang buruk bagi masyarakat.

Sebagaimana yang sudah tertulis di atas bahwa kini sinetron adalah tontonan yang paling banyak ditonton untuk sebagian besar masyarakat. Tetapi kenapa tidak ada nilai moralnya, dan malah merusak nilai-nilai moral bangsa?

Sinetron sudah merubah gaya berpakaian, cara berbicara hingga kebiasaan-kebiasaan ditiru oleh remaja. Karena jiwa remaja masih labil dan masih mencari jati dirinya. Remaja yang kami maksud di sini adalah remaja yang berumur 11 sampai dengan 15 tahun yaitu seumuran anak SMP.

Mereka dapat mencontoh gaya berbicara pemeran dalam sinetron tersebut. Maka dari itu jika pemeran tersebut kasar dan kurang ajar kepada orang tua atau teman-temannya, para remaja itu melakukan hal yang sama.

Sudah banyak ditemukan di sinetron-sinetron, bahwa para siswa remaja yang berseragam, baik seragam sekolah negeri maupun swasta dengan berpakaian yang kurang sopan. Dan hal tersebut dapat memacu siswa remaja untuk melakukan hal yang sama.

Dan juga saat para pemeran tersebut berpakaian minim dan glamour, mereka akan melakukan hal yang sama. Tindakan tersebut adalah tindakan yang salah. Jika mereka menuntut gaya yang glamour dan jika ia adalah orang menengah ke bawah, tetapi ia tetap menuntut itu. Bagaimana dengan keuangan orang tua mereka?

Selain itu, para remaja jadi punya sifat materialis & suka berangan-angan. Dan mereka juga seringkali meniru perbuatan suka pamer,sombong,membantah ortu.

Sebagian besar sinetron dapat membuat ketergantungan. Contohnya jika jam tayang sinetron mereka adalah pukul 19.00 sampai dengan pukul 21.00 mereka tidak akan kemana-mana dan melakukan apapun selain menonton sinetron tersebut. Itu akan mengurangi waktu belajar mereka.

Saran yang diberikan bagi :
Orang tua :
• Jadwalkan waktu menonton anak-anak anda. Misalnya waktu menonton anak diberikan pada jam-jam tertentu saja.
• Batasi waktu menonton, misalnya cukup satu atau dua jam saja dalam sehari.
• Seleksi tayangan televisi untuk anak anda. Atau selalu dampingin anak anda saat menonton acara tertentu.
• Berilah komentar atau informasikan kepada anak jika ada tayangan kekerasan, mistik atau percintaan atau tayangan yang tidak sesuai pada anak.
• Kalau perlu, ijinkan anak hanya pada tayangan yang diperuntukkan buat anak saja.
• Ciptakan acara nonton bersama, jangan biasakan anak menonton televisi sendirian.
• Sediakan CD atau DVD film anak yang mendidik sekaligus menghibur, sebagai pengganti acara televisi yang tidak bermutu.
• Ciptakan acara rutin, cerita sebelum tidur dengan tokoh favorit anak.
• Jika seluruh keluarga lebih banyak diluar rumah atau anak memang susah untuk dikendalikan dalam menonton, hilangkan atau hapus chanel televisi yang banyak menayangkan acara tidak bermutu dan berdampak buruk pada anak anda. Ini adalah jalan terakhir untuk melindungi anak dari pengaruh buruk televisi.
Bagi remaja :
• Memilah-milah mana yang baik dan buruk dalam sinetron
• Memilah-milah mana yang harus ditonton
• Mematuhi kategori yang tertera maksudnya jika ada tulisan BO, kita harus menontonnya bersama orang tua atau kakak yang sudah dewasa
Bagi guru :
• Mendidik muridnya agar memilah-milah mana yang harus ditonton
• Mematuhi kategori yang tertera maksudnya jika ada tulisan BO, kita harus menontonnya bersama orang tua atau kakak yang sudah dewasa

~ oleh zheenaka pada Maret 30, 2010.

2 Tanggapan to “Dampak Buruk Sinetron”

  1. bagus2…. artikelnya okeh…. keep posting yah….

  2. Sinetron….terakhir kali nonton kapan yaa… :lol:

    sinetron itu gabungan pilem india, telenovela, dan banyak ceritanya nyolong dari drama asia timur

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: